Tuesday, 12 November 2013

ALASAN


Alasan oh Alasan
Hadirmu tanpa dipinta
Datangmu tak perlu dipaksa
Sentiasa ada
Selalu sahaja ada

Alasan oh Alasan
Entah beribu kali
Dirimu menjadi zikir rasmi
Hingga terlupakan cantiknya bidadari
Hingga terlupakan manisnya syurgawi

Alasan oh Alasan
Apakah engkau layak?
Layak untuk ku persembahkan di hadapan Tuhan..
Apakah engkau pantas?
Pantas untuk membeli syurga nan mahal

Alasan oh Alasan
Mengapa aku?
Mengapa tidak Nuh, Ibrahim, Musa bahkan Muhammad?
Mengapa aku jadi teman dampingmu?
Apakah aku berbeda dengan mereka?
Ah. Beda. Justeru berbeda sekali

Alasan oh Alasan
Dirimu mencelakakan aku
Hadirmu membunuh imanku
Datangmu mencederakan mujahadahku
Justeru berambuslah..
Aku mohon..

Alasan oh Alasan
Pergilah dikau
Jangan hampiri aku lagi
Biarkan cahaya suria terus memancar
Biarkan cahaya bintang terus berkerlipan
Biarkan cahaya bulan terus mengambang

Agar kelak bidadari nan terbayang
Agar kelak syurga nan menjelang

*******

Entah kenapa terasa diri sendiri seperti kerap beralasan. Selalu ada suara-suara sumbang yang entah dari mana datangnya cuba menjustifikasikan alasan-alasan yang tercipta. Aduhai diri. Semurah itukah syurga?

Pertempuran iman dan lelah berlangsung saban waktu dan zaman. 

Hingga salah satunya menyerah. 

Justeru iman, jangan pernah kau menyerah! 

No comments:

Post a Comment