Alasan oh Alasan
Hadirmu tanpa
dipinta
Datangmu tak
perlu dipaksa
Sentiasa ada
Selalu sahaja
ada
Alasan oh Alasan
Entah beribu
kali
Dirimu menjadi
zikir rasmi
Hingga terlupakan cantiknya bidadari
Hingga terlupakan
manisnya syurgawi
Alasan oh Alasan
Apakah engkau
layak?
Layak untuk ku
persembahkan di hadapan Tuhan..
Apakah engkau
pantas?
Pantas untuk
membeli syurga nan mahal
Alasan oh Alasan
Mengapa aku?
Mengapa tidak
Nuh, Ibrahim, Musa bahkan Muhammad?
Mengapa aku jadi
teman dampingmu?
Apakah aku
berbeda dengan mereka?
Ah. Beda. Justeru
berbeda sekali
Alasan oh Alasan
Dirimu
mencelakakan aku
Hadirmu membunuh
imanku
Datangmu
mencederakan mujahadahku
Justeru
berambuslah..
Aku mohon..
Alasan oh Alasan
Pergilah dikau
Jangan hampiri
aku lagi
Biarkan cahaya
suria terus memancar
Biarkan cahaya
bintang terus berkerlipan
Biarkan cahaya
bulan terus mengambang
Agar kelak bidadari
nan terbayang
Agar kelak syurga nan menjelang
*******
Entah kenapa terasa diri sendiri seperti kerap beralasan. Selalu ada suara-suara sumbang yang entah dari mana datangnya cuba menjustifikasikan alasan-alasan yang tercipta. Aduhai diri. Semurah itukah syurga?
Pertempuran iman dan lelah berlangsung saban waktu dan zaman.
Hingga salah satunya menyerah.
Hingga salah satunya menyerah.
Justeru iman, jangan pernah kau menyerah!

No comments:
Post a Comment