Karena beda antara kau dan aku sering jadi sengketa
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
Sejuta kebaikan yang lalu
Karena kehormatan diri sering kita tinggikan di atas kebenaran
Karena satu kesalahanmu padaku seolah menghapus
Sejuta kebaikan yang lalu
Wasiat Sang Nabi itu rasanya berat sekali:
“Jadilah
hamba-hamba Allah yang bersaudara”
Mungkin lebih baik kita berpisah sementara, sejenak saja
Menjadi
kepompong dan menyendiri
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
Berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam
Bertafakkur bersama iman yang menerangi hati
Hingga tiba waktunya menjadi kupu-kupu yang terbang menari
Melantun kebaikan di antara bunga, menebar keindahan pada dunia
Lalu dengan rindu kita kembali ke dalam dekapan ukhuwah
Mengambil
cinta dari langit dan menebarkannya di bumi
Dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
Sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
Dengan persaudaraan suci; sebening prasangka, selembut nurani,
Sehangat semangat, senikmat berbagi, dan sekokoh janji
Dalam Dekapan Ukhuwwah
Salim A Fillah
Puisi nukilan indah, akh mahbub Salim A Fillah ini terlalu menyentuh
hati saya. Entah kenapa. Mungkin kerana sekarang saya berada di fasa
perpindahan. Menanti masa untuk terjun ke medan yang baru. Terlalu merindukan
kenangan lalu. Saya tahu tidak wujud istilah perpisahan di jalan Allah. Kerna
pada akhirnya, kita akan bertemu di syurga.
Namun..
Semua ke syurga kecuali dia. Ku bimbang dialah diriku.
Semua ke syurga kecuali dia. Ku bimbang dialah diriku.
No comments:
Post a Comment