Tuesday, 2 July 2013

DAN AKU MASIH GAGAL


Dulu aku bertanya, mengapa namamu yang berulangkali disebut-Nya
Dan kisahmu yang bertebar merambah hampir setiap surah
Bahkan Allah menetapkan, kau terkisah untuk menguatkan jiwa
Hati dan rasa seorang Nabi penutup masa

Ya, kini aku tahu..betapa tak mudah menjadimu hai Musa
Mengemban risalah dalam keadaan yang serba tak sempurna
Kau tak fasih bicara, sulit berkata-kata
Dan sebab khilaf masa lalu, kau tersalah membunuh

Maka saat wahyu turun, air matamu menitik, tubuhmu berpeluh,
Dalam kesedaran akan beratnya beban, kau mengeluh
“Bicaraku gagap, lidahku kelu, aku takut mereka akan mendustakanku..
dan pada mereka aku berdosa sungguh, aku takut akan dibunuh

Ya, kini aku tahu, sungguh tak mudah menjadimu,
Sebab dalam keterbatasan itu, Allah berikan untukmu lawan penuh kuasa
Perbendaharaannya kaya, kerajaannya luas, tenteranya perkasa
Punggawanya setia, lagi taat buta
Mengaku tuhan tertinggi, dia merasa berkuasa atas hidup dan mati
Dan kau..kau terhutang budi masa kecil padanya

Dan tahukah kau duhai Musa, kelak kaum yang kau pimpin
Yang kau bimbing bebas dari perbudakan tiran
Yang menyaksikan sejuta kuasa Allah menaungi mereka
Akan berlomba membangkangi Allah dan mendurhakaimu?

Malam ini ku susuri kisahmu, dan aku takjub
Atas takdir-Nya, masa lalumu tak sempurna
Kau terpilih memikul risalah suci, dan kau didustakan
Sedang Muhammad dipilih-Nya dari pribadi yang terjaga sempurna
Dia memikul risalah dengan gelar Al Amin yang masyhur sudah
Tapi diapun tetap didustakan

Mungkin sebab itulah kisahmu selalu menjadi penguat hatinya
Di saat-saat berat, Muhammad mengenangmu dan melirihkan gumam
“Semoga Allah menyayangi saudaraku Musa,
sungguh ia dicobai lebih menyakitkan dari ini”

Malam ini duhai Musa, ku susuri kisahmu
Aku tersenyum, Alhamdulillah, kau membuatku merasa
Beban-beban da’wah ini hanyalah seberkas kapas
Tapi disisi lain, menelisik ceritamu, mataku basah

“Ahh, surga, rasanya masih jauh, sangat jauh..”

Salim A Fillah
Namamu, Sang Rasul

*Dan aku masih gagal, untuk kuat memikul risalah ini, masih belajar untuk mencintai Allah dan Rasul melebihi segalanya

1 comment:

  1. Allahumma sabit qulubana ala dinika wal toatika. Allahuma ameen.

    Ya Allah tetapkanla hati kami dalam perintah dan taat kepada Mu, Ameen.

    ReplyDelete