Tuesday, 2 July 2013

IZINKAN AKU PERGI


Saat ku baca pesan-pesanmu,
Aku tersenyum kegirangan,
Kerana aku tahu namaku masih meniti dibibirmu,
Dan aku juga mahu kau tahu,
Namamu juga sering dihatiku

Aku baca sabda persaudaraan,
Bukankah tidak sempurna iman seorang mukmin itu,
Andai tidak mencintai saudaranya,
Seperti mana ia mencintai dirinya sendiri

Akhi, aku merindukan saat ketika dulu,
Lenggok jalan kita pernah seirama,
Nyanyian lagu merdu kita pernah senada,
Pipi kita pernah saling berlaga, 
Belum sempat tangan berjabat, jatuh kita dalam pelukan                            

Tapi akhi
Aku bukan aku yang kau kenal dahulu,
Aku tidak selincah dahulu,
Bahkan ada satu ketika,
Aku menerima tetamu di lorong gelap dahulu,
Yang tika dulu kau pimpin tanganku pergi meninggalkannya,
Maafkan aku akhi sayang,
Telah ku cemari ukhuwwah ini,
Dengan setitis nila di atas jalan cinta para pejuang

Bahkan aku malu untuk manatap matamu,
Apatah lagi mendengar lunak suaramu,

Lalu akhi,

Relakan aku pergi sebentar,
Mencari diri yang hilang,
Aku juga mahu seperti dirimu,
Terbang tinggi mengutip cinta di langit,
Lalu pulang menebar rindu di bumi.

Akhi,

Andai tidak ketemu lagi,
Kirimkan rindumu di angin lalu,
Moga sampai di telingaku hikmat cintamu,
Moga sunyi malam hadirkan aku di mimpimu,
Moga indah pagi membawa aku dalam ingatanmu,

Akhi

Ku doa kita dapat ketemu,

Tidak di sini moga di sana

-Si Cacat-

No comments:

Post a Comment