![]() |
Di sana, ada
cita dan tujuan
Yang membuatmu
menatap jauh ke depan
Di kala malam
begitu pekat
Dan mata
sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih
lincah melesat
Jauh melampaui
ruang dan masa
Kelananya
menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu di
sepertiga malam terakhir
Engkau terjaga,
sadar, dan memilih menyalakan lampu
Melanjutkan
mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang
besar, tinggi dan bening
Dengan ghairah
untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani,
tempatmu berkaca tiap kali
Dan cinta yang
selalu mendengarkan suara hati
Teruslah
melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar
kebajikan, menghentikan kebiadaban
Menyeru pada
iman
Walau duri
merantaskan kaki
Walau kerikil
mencacah telapak
Sampai engkau
lelah, sampai engkau payah
Sampai keringat
dan darah tumpah
Tetapi yakinlah,
bidadarimu akan tetap tersenyum
di jalan cinta
para pejuang
……………………
Tidak sampai dua
jam pada masa entry ini dipost, penantian selama hampir dua tahun bakal
berakhir. Namun bukan keputusannya yang mahu saya ceritakan, tetapi cukup saya katakan
saya tidak pernah menyesal untuk melalui jalan itu, memilih tempat itu, tempat
yang telah mencampakkan saya di atas jalan cinta para pejuang.
Sehingga hari
ini, sudah setahun lebih Encik Musab berada di atas jalan cinta para pejuang.
Batang masih belum utuh, akar masih tidak kukuh, tunas masih belum tumbuh. Dan
sepanjang tempoh itu masih belajar untuk mencintai Allah dan Rasul melebihi segalanya.
Mohon titipkan
doa kalian buat perjalananku seterusnya, hingga khusnul khatimah.

No comments:
Post a Comment